Amalan Khusus Saat Ibadah Umroh

Amalan Khusus Saat Ibadah Umroh

Amalan Khusus Saat Ibadah Umroh

Di samping memberikan berbagai keistimewaan kepada kota Madinah, Allah عزّوجلّ juga mensyariatkan berbagai amalan khusus di kota Madinah. Alangkah baiknya jika penduduk dan peziarah kota Madinah bisa menambah bekal akhirat dan mengisi waktu mereka dengan amalan-amalan ini. Amalan-amalah tersebut adalah sebagai berikut:

Inilah Amalan-amalan Khusus Selama Di Madinah Selama Ibadah Umroh dan Haji

  1. Shalat di Masjid Nabawi

Shalat di Masjid Nabawi memiliki keutamaan yang besar sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم, dalam sabda Beliau صلى الله عليه وسلم :

صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ

Satu shalat di masjid saya ini lebih baik daripada seribu shalat di tempat lain, kecuali Masjidil Haram. (HR. Al-Bukhari no. 1190 dan Muslim no. 1394)

Ini adalah anugerah yang sangat besar dari Allah عزّوجلّ, karena satu shalat fardhu di Masjid Nabawi lebih baik daripada shalat fardhu seorang Muslim di masjid kampungnya selama dua ratus hari.

Keutamaan ini mencakup shalat fardhu dan sunnah, dilakukan di Masjid Nabawi yang lama maupun bagian perluasannya, dan umum mencakup pria maupun wanita.

  1. Beribadah di Raudhah

Raudhah secara bahasa adalah taman. Di Masjid Nabawi ada sebuah tempat yang disebut sebagai salah satu taman surga. Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ

Tempat yang terletak diantara rumah saya dan mimbar saya adalah salah satu di antara taman-taman surga (HR.al-Bukhari no. 1195 dan Muslim no. 1390)

Amalan Khusus Saat Ibadah Umroh

Roudhah adalah tempat yang paling mulia di Masjid Nabawi, karenanya disyariatkan untuk memperbanyak ibadah Sunnah seperti shalat, dzikir dan membaca al-Qur’an, dengan syarat bisa khusyu’ dan tidak menyakiti orang lain saat berada di sana maupun saat menuju ke sana. Adapun untuk shalat wajib, shaf-shaf yang ada di depan Raudhah tetap lebih utama.

  1. Berjihad di Masjid Nabawi

Sebuah amalan ringan di Masjid Nabawi terhitung sebagai jihad di jalan Allah عزّوجلّ Hanya dengan niat belajar atau mengajar saat melangkahkan kaki menuju Masjid Nabawi, itu laksana berjihad di jalan Allah عزّوجلّ. Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ جَاءَ مَسْجِدِي هَذَا لَـمْ يَأْتِهِ إِلَّا لِخَيْرٍ يَتَعَلَّمُهُ أَوْ يُعَلِّمُهُ فَهُوَ بِـمَنْزِلَةِ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَنْ جَاءَ لِغَيْرِ ذَلِكَ فَهُوَ بِـمَنْزِلَةِ الرَّجُلِ يَنْظُرُ إِلَى مَتَاعِ غَيْرِهِ

Barangsiapa mendatangi masjidku ini, ia tidak datang kecuali untuk kebaikan yang ingin dia pelajari atau dia ajarkan, maka kedudukannya seperti mujahid di jalan Allah. Dan barangsiapa datang untuk selain itu, maka ia laksana orang yang hanya memandang barang orang lain. (HR. Ibnu Majah no. 227, dihukumi shahih oleh al-Albani)

  1. Ziarah Kubur Nabi صلى الله عليه وسلم

Orang yang tinggal di Madinah atau mengunjunginya disunnahkan  untuk  berziarah  ke  kubur  Nabi  Muhammad صلى الله عليه وسلم. Namun, mereka perlu memperhatikan pesan beliau صلى الله عليه وسلم berikut ini:

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا وَلَا تَجْعَلُوا قَبْرِي عِيدًا وَصَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ تَبْلُغُنِي حَيْثُ كُنْتُمْ

Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan, jangan jadikan kubur saya sebagai led, dan bershalawatlah untuk saya, karena sholawat kalian sampai kepada saya darimanapun kalian bershalawat (HR. Abu Dawud no. 2042, dihukumi shahih oleh al-Albani)

  1. Shalat di Masjid Quba’

Dengan kebijaksanaan dan kemurahan-Nya, Allah membuka untuk mereka pintu pahala umrah dengan amalan yang Lebih mudah. Hal tersebut tertuang dalam sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم berikut:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءٍ فَصَلَّى فِيهِ صَلَاةً كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ

Barangsiapa bersuci di rumahnya, lalu mendatangi Masjid Quba’ dan shalat di sana satu shalat, ia mendapatkan pahala seperti pahala umrah. (HR. Ibnu Majah no. 1.412, dihukumi shahih oleh al-Albani)

Bahkan Nabi صلى الله عليه وسلم menjalankan sunnah ini setiap pekan, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَأْتِي مَسْجِدَ قُبَاءٍ كُلَّ سَبْتٍ مَاشِيًا وَرَاكِبًا

Dari Ibnu Umar رضي الله عنهما beliau berkata, “Nabi صلى الله عليه وسلم  mendatangi Masjid Quba’ setiap hari Sabtu dengan berjalan kaki dan berkendara.” (HR. al-Bukhari no. 1.193 dan Muslim no. 1399)

  1. Sabar Akan Rasa Lapar dan Cuaca Ekstrim Madinah

Kota Madinah menawarkan cuaca yang ekstrim. Di musim panas cuacanya sangat panas, dan begitu sebaliknya di musim dingin. Di masa lalu juga menawarkan rasa lapar. Namun bagi yang mau bersabar, keutamaan yang besar telah menanti mereka. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لَا يَصْبِرُ أَحَدٌ عَلَى لَأَوَاءِ الْمَدِينَةِ وَشِدَّتِهَا أَحَدٌ مِنْ أُمَّتِي، إِلَّا كُنْتُ لَهُ شَفِيعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَوْ شَهِيدًا

Tidaklah seorang di antara umat saya bersabar akan rasa lapar dan kerasnya Madinah, melainkan saya akan menjadi pemberi syafaat atau saksi baginya pada Hari Kiamat” (HR. Muslim no. 1378)

Amalan Khusus Saat Ibadah Umroh

Meski memiliki segudang keistimewaan, tanah Madinah seperti tanah yang lain tidak bisa mensucikan penghuninya, sebagaimana dikatakan oleh Salman al-Farisi رضي الله عنه.

إِنَّ الْأَرْضَ لَا تُقَدِّسُ أَحَدًا، وَإِنَّـمَّا يُقَدِّسُ الْإِنْسَانُ عَمَلُهُ

Sungguh tanah tidak mensucikan orang, yang mensucikannya hanyalah amalannya (HR Malik di al-Muwaththa’ no. 2842, al-Albani berdalil dengannya di beberapa karya beliau).

Amalan Khusus Saat Ibadah Umroh

Karena itu, hendaknya para penduduk dan peziarah Madinah memperhatikan amalan-amalan yang disyariatkan, baik yang khusus kota Madinah maupun amalan Lain secara umum.

You May Also Like

About the Author: ibadah-umroh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *