Barang Hilang Atau Tertukar Saat Umroh

Barang Hilang Atau Tertukar Saat Umroh

Banyak cara untuk menghindari Barang Hilang Atau Tertukar Saat Umroh, ada beberapa cara yang umum dilakukan agar koper tidak tertukar saat calon jamaah haji berada di Asrama Haji, dan agar tas yang dibawanya ke tanah suci tidak tertukar dengan jemaah lain.

Biasanya Jamaah calon haji menandai tas koper yang dibawanya dengan cara unik. Mereka menandai setiap tas miliknya dengan ciri khas yang mudah dikenali. Pemberian tanda di barang bawaan para jamaah haji diperbolehkan asal tidak membahayakan pemilik maupun orang lain. Selain itu, penandaan tas koper tidak menggangu penataan koper, dan melebihi batas berat koper.

Barang bawaan yang harus diangkut ketika berangkat umroh seringkali membuat para jamaah kesulitan. Apalagi beberapa maskapai menetapkan angka maksimal berat bagasi yang cukup rendah. Saudia Arabian Airways misalnya, maskapai ini menetapkan bagasi maksimal sebesar 25 kg untuk setiap penumpang.

Padahal jika dihitung, barang bawaan yang harus diangkut jamaah ketika berangkat apalagi saat pulang umroh bisa melebihi angka yang telah ditetapkan. Untuk mengatasi hal ini dan menghindari munculnya biaya tambahan, para jamaah biasanya melakukan beberapa trik untuk mengatur bagasi mereka agar lebih ringan, rapi, dan mudah diangkut.

Banyaknya barang yang masuk ke bagasi pesawat terkadang membuat anda bingung mengingat tas apa saja yang dibawa ke Tanah Suci. Untuk meminimalisasi risiko tertukar, berilah identitas pada barang bawaan anda.

Jika anda kehilangan bagasi Anda. Laporkan ke bagian “kehilangan” dan “lost and found” di bandara kemudian isilah formulir klaim kehilangan dan tanya bagaimana kebijakan untuk penggantian barang Anda yang hilang. Bila tas Anda yang hilang ditemukan kembali maka akan dikirim ke alamat rumah, hotel, atau tempat yang menjadi tujuan Anda, dengan biaya ditanggung sepenuhnya oleh maskapai penerbangan.

Bila tidak dapat ditemukan, ajukan formulir untuk mencantumkan barang-barang apa saja yang hilang. Kemudian maskapai penerbangan akan membayar dengan nilai depresiasi kecuali barang-barang berharga seperti uang tunai, eletronik, benda seni dan perhiasan. Oleh karena itu janganlah menyimpan barang-barang berharga tersebut di bagasi.
Demikian beberapa penjelasan bagaimana cara penanganan Barang Hilang Atau Tertukar Saat Umroh.

You May Also Like

About the Author: ibadah-umroh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *